Rabu, 10 Desember 2014

puisi untuk ibu

kumpulan puisi-puisi



Ibu
By:
bawi khaikhal
aku begitu mencintaimu aku begitu merindukan mu
kau begitu indah dan sempurna dimataku

pengorbananmu begitu tulus hingga aku sulit untuk membalasnya
doaku selalu ku panajat kan untukmu
kasih sayangmu begitu besar

pelukkan mu begitu hangat hingga aku selalu terjaga
dalam tidurku....

ibu ibu ibu aku rindu kepadamu aku rindu saat kau membuaiku
dengan kasih sayang....
yaah allah jagalah ibu ku di sisimu dan biakan lah
ia merasakan surga mu

ibu ibu ibu kau apa kah kah mendengarkan jeritan ini
jeritan anakmu yang merindukan mu
ibu berikan ketegaran untuk anak mu ini
agar anakmu bisa terus seyum sepeti
senyuman mu yang tulus....


Puisi Seorang Anak untuk Ibu
By; Niam taufiq abawi
Aku berangkat sekarang untuk membantai lawan
Untuk berjuang dalam pertempuran.
Aku berangkat, Bu, dengarlah aku pergi
Doakanlah agar aku berhasil.

Sayapku sudah tumbuh, aku ingin terbang.
Merebut kemenangan di mana pun adanya.
Aku akan pergi, Bu, janganlah menangis
Biar kucari jalanku sendiri.

Aku ingin melihat, menyentuh, dan mendengar
Meskipun ada bahaya, ada rasa takut.
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata
Biar kuutarakan pikiranku.

Aku pergi mencari duniaku, cita-citaku
Memahat tempatku, menjahit kainku
Ingatlah, saat aku melayari sungaiku
Aku mencintaimu, di sepanjang jalanku.



Pulanglah Ibu
By:  Niam taufiq abawi
Tubuhmu kaku,
matamu kaku,
mulutmu membisu
napasmu terhenti sudah

Aku tahu
ibu telah pergi ke alam sana
yang tak pernah ada dalam bayanganku,
juga ku dengar bisikan

Oh ibu
tak lama ibu telah terkubur ditanah merah
hanya sendiri
dukaku ibu pasti tau menjalar sekujur tubuh
biarlah ibu pulanglah dengan tenang

Ada Engkau Ibu
By: Niam taufiq abawi
Ada Engkau Ibu...
dalam gigil yang mengikis

ada Engkau
mendekap hangat hati
dalam tangis meringis
Engkau datang menghapus perih
Kala sepi merajai

ada Engkau membersamai
Engkau suguhkan cinta
meski hatimu sengsara
ada tawa yang selalu
mekar di wajahmu

ada kasih lewat belaianmu
aku percaya
dan aku bahagia

karena ada Engkau....Puisi ibu







Puisi Satu Harapan Mereka
Niam taufiq abawi
Satu malam satu lembar saja.
Diam dan mulailah menuliskannya.
Bukankah janjimu ingin jadi SARJANA ?
Janganlah membuat mereka menetaskan air mata.

Bukankah harapan mereka tidak mengada-ada?
Hanya ingin melihat mu menjadi SARJANA.

BAJU TOGA ITU,
Mengeringkan keringat mereka,
Menghapus air mata mereka,
Membayar semua pengorbanan mereka.

Ingat ..
Bukan emas dan permata sebagai bentuk balas jasa.
Tapi ..
Hanya kata-kata sederhana
SARJANA saja....!!!

Lupakah kamu waktu meraka mengantarmu ke kota...?
Mereka pulang lalu mengatakan kepada sesiapa saja
bahwa anak mereka sekarang kuliah
Dan menjadi calon SARJANA
Mereka lalu menjual apa saja yang ada
Menghemat uang belanja.

Jangan Buang Waktuku
By: Niam taufiq abawi
Terlalu lama aku menunggu
Ungkapan isi hatimu
Namun kau tak pernah mau tau
Kau hanya diam membisu
Jika memang kau tak cinta aku
Janganlah buang waktuku

Lelah ku ikuti inginmu
Tapi kau tak peduli dngan perasaanku
Ku tak mau terus mengalah
Lebih baik aku menyerah

Ku tau cinta tak bisa di paksa
Tapi mengapa kau tak jujur saja
Dari awal kita bersama
Kalo memang di hatimu tak pernah ada rasa
Untuk aku yg mencoba setia
Sakit rasanya...
Bila cinta tak terbalas cinta


Untuk Ibuku tercinta
By: Niam taufiq abawi
Ku ingin,
Menghirup udara yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.

Ibu...
Ku hanya ingin selalu bersamamu.
sepanjang waktuku...

Kupersembahkan untuk Ibuku Tercinta dan semua Ibu di muka bumi ini
By: Niam taufiq abawi
Suratan-Mu Tuhan...
Atas takdir seorang Ibu
yang mengandung ku tuk sembilan bulan
yang melahirkan ku dengan derita
Nyawanya Ia pertaruhkan
Demi aku yang lemah tak berdaya

Maaf Ibu...
Jika hanya tangis yang dapat kuberikan untukmu
Ketika pertama kali, kau tunjukkan aku dunia
Maaf Ibu...
Jika kau harus terbangun di kegelapan malam
Karena aku yang merengek kehausan

Maafkan aku Ibu...
Anakmu ini, yang hanya bisa mengadu dan meminta
Dan kau selalu memberi tanpa mengharapkan imbalan jasa

Tuhan...
Dosakah diriku ini...
Yang selalu merepotkan Ibu
Wanita bijaksana yang membesarkanku
Mengajariku tentang arti kehidupan
Dan Ibu yang senantiasa menjagaku tanpa lelah
Dan takkan pernah menyerah





Cahaya Cintamu
By: Niam taufiq abawi
Ibuku sayang...
Cintamu, adalah cahaya yang menerangi
Setiap kegelapan di dunia fana ini.
Kehadiranmu, begitu berharga,
Bermakna dan berarti.

Ibuku yg cantik...
Tiada hari yg kujalani,
Tanpa sedetik pun tak mengingatmu.
Mengingat sgala pengorbananmu
Yg tak lelah merawatku,
Yg tak bosan menasehatiku,
Dan tak henti menyangiku, spanjang usiamu.

Terima kasih Ibu...
Tlah menghiasi kehidupanku di dunia fana ini,
dengan senyum manismu yg menguatkan batinku.
Terima kasih ibu…
Telah menjagaku hingga kini.
Terima kasih Ibu...
Engkau selalu ada untukku.

Ibuku yg baik...
Maafkan aku, jika pernah melukai perasaanmu.
Maafkan aku, selalu mengecewakanmu.
Maafkan aku, anakmu ini.

Ibu...
Cahaya cintamu, selalu ku nanti.
Bahkan hingga aku mati.
Dan cintamu kan tetap bersinar di hati,
Kekal dan abadi.

puisi perpisahan sahabat




Puisi Perpisahan Sahabat
oleh:
bawi khaikhal

Hening malam …
Temani langkah kakimu tuk berpijak
Sinar rembulan …
Terangi jalanmu untuk kembali

Kata maaf yang kau ucap sebelum kau pergi.,
Slalu ku ingat dalam bena’ku
Senyum lugu dari bibirmu.,
Selalu terbayang olehku

Mungkin ini yang terbaik
Tapi bukan ini yang kuingin
Nukan ini yang kuharap
Bukan perpisahan


Perpisahan Menjadi Luka
oleh jumaida kartini manullang

Langit begitu marah
Terluka dari sebuah amarah
Meskikah aku selalu menyulitkan hidupku
Meski waktu tak berpihak selalu
Apakah takdir sedang mempermainkan duniaku
Tiada henti merayu menunggu kesulitan bagiku
Sungguh setengah rindupun tak terbalaskan untukmu
Apakah aku ingin tetap berada di noda dustamu
Masih adilkah kesepian seolah bercanda untukku
Membiarkan perasaan selalu bersedih dihatiku
Mampukah aku menjaga mahkota cintamu
Yang selalu dirajai oleh keegoisan dan kebohonganmu
Kadang berharap selalu berkata membiasakan
Namun adakah kamu memiliki cinta diawal perkenalan
Mungkin matahari esok berkata menutup fajar
Perlahan menjadi akhir jeritan yang sanggup tertidur


Berpisah Denganmu
Puisi karya A. Daifi Kahar

Ketika sepoi angin menyeretku tuk pergi jauh darimu,
aku tak sanggup menahan linangan air mata yang semakin deras jatuh dari
kelopak mataku.

Duhai belahan jiwa...
Segala kenangan kini telah menjadi lautan kisah
yang selalu berlayar di samudera hidupku.
Sungguh aku tak akan melupakan sentuhan lembut tanganmu itu
yang membekas di jari-jemariku.
Kau terindah yang pernah melukis tawa dan air mata dalam hidupku.


Pelabuhan Tri Sakti
Puisi karya Ryan Amora

Pelabuhan Tri Sakti
Telah menjadi saksi
Atas dukanya sebuah hati
Mengantarkan kepergianmu
Menuju kota JAKARTA

Air laut nan biru kupandangi
Benarkah ini terjadi
Namun nahkoda pun terus kendalikan kemudi
Kapal pun semakin jauh dari tepi

Lambaian tangan doa dan harapan
Tak akan mampu lagi menahan deraian air mata
Kini di pelabuhan tri sakti
Telah menjadi sunyi.


Puisi Kepergianmu
Oleh Thasa aniesha wahyudi

Haii kau kekasihku
Malam begitu sunyi sesunyi jiwa ku ini
mengapa kau pergi tinggalkan janji kita
janji yang telah kitga buat berdua
mengapa secepat ini kau mengutarakan kata perpisahan
yang ku inginkan bukan perpisahan
namun keabadian cinta kita
ku ingin kau kembali seperti surya dihati ini
setelah kau pergi sepi hari-hari ku
dan tak ada yang bisa membuat hati ini luluh kembali
hanya kamu , dan untukmu hati dan cinta ini ku berikan.


Akhir Kisah
Puisi Emmang Andara

waktu terus bergulir sayang
dan kita belum saling menemukan
lalu aku bertanya apa kita selama ini
menggenggam tangan namun tak pernah menatap lubuk hati

waktu terus bergulir sayang
tentang janji itu dimana hilangnya
ikrar kau dan aku tersenyum di kaki langit
bersama selamanya
hanya cerita terbawa angin lalu raib

waktu terus bergulir sayang
lelah kumenagih ucap dari bibirmu
mungkin aku takkan bicara lagi
hanya senyum sesal kuukir
saat ku pergi dari hadapmu
untuk selamanya


Sebuah harapan
Saat ini,,
Aku  masih menginginkan harapan,,
Harapan yg ingin aku capai,,
Harapan yg bagiku merubah semua deritaku saat ini,,
Walau harapan itu jauh serta sulit untuk aku capai,,
Apalagi dengan kekuranganku saat ini,,
Bagiku,, mustahil untuk mencapainya,,
Aku dilahirkan seperti ini,,
Dengan tak sempurnnya fisikku,,
Dengan usikan-usikan suara orang” yg menghinaku,,
Membuatku semakin terpuruk akan semua ini,,
Tuhan,,???
Knapa engkau lakukan kepadaku,,
Kenapa harus aku...??
Tuhan tdk adil,,!
Tuhan tdk memikirkan orang” sepertiku,,???
 Oh tuhan,,??
Haruskah aku mati,,?
Aku tak kuat dengan derita yang engkau berikan,,

Hari” aku lewati,,
Masih dengan kekurangan yg menemani,,
Sangat pedih,,
Sangat iri jika melihat orang” yg fisiknya sempurna,,
Sebenarnya aku ingin seperti mereka,,
Aku ingin melewati hari” dengan senyuman,,
Bukan dengan penyesalan,,
Dan keterpurukan,,

Oh tuhan,,?
Apakah aku masih mampu untuk hidup seperti ini??
Apakah aku bisa mengapai harapan yg sangat sederhana??
Yang bagiku sangat sulit dengan kekuranganku saat ini,,

Ya tuhan,,
Beriakan keyakinan kepadaku untuk tetap hidup,,
Beriakan kesabaran dari orang” yg menghinaku,,
Dan berikan kemudahan untuk menggapai harapan,,

Kuyakinkan diri ini,,
Kutekatkan niatku,,
Demi sebuah harapan,,

Mencoba bersyukur,,
Mensyukuri apa yg diberikaNya,,
Hanya untuk sebuah harapan,,
Harapan yg memang sederhana,,

Kulalui langkah” pasti,,
Merubah sikap,,
 dan menekankan rasa percaya diri,,
aku yakin,,
aku pasti bisa,,
aku pasti mampu,,
mampu menulis sebuah karya,,
karya tulisan yg adlah harapanku dari dulu,,
walau memang aq menulis sangatlah susah,,
karna kaki ini adalh penganti sebuah tangan,,
tangan yg dari lahir sudah tdk ada,,
artinya aku cacat..ya aku cacat,,
tp semua itu tak menghalangiku,,
kenapa??
Karna niat dan kesungguhan,,
Dan hasilnya sebuah harapan itu aku capai,,
Dari karyaku,,
Tulisanku,,
Yg bejudul sebuah harapan..